Jalan – jalan spontan

Pernah gak sih ngalamin yang namanya mau traveling, udah prepare akomodasi, budget, transportasi sampai jadwal dan tujuan wisata, ehhhh ternyata di hari H kita sakit, ada urusan mendadak atau gagal transaksi pas beli tiket promo apalagi tiketnya udah kursi terakhir. nyesek gak sih?? well, honestly saya sudah mengalaminya berkali – kali sampai saya bertanya ke diri saya sendiri, “mungkin gak sih gue bisa jadi seorang traveler?!” sampe gondok rasanya tiap gagal berangkat. Akhirnya semenjak itu, saya gak pernah lagi merencanakan untuk traveling.

Jalan-jalan paling spontan saya adalah saat saya ke semarang, waktu itu ada libur 1 hari dan menyisakan hari kejepit. Saya yang masih kuliah tentunya tidak berfikir untuk melakukan kegiatan apapun di hari libur itu karena (sebenarnya) saya sudah menghabiskan jatah absen saya dan hanya menyisakan 1 kali jatah absen (bisa dilihat kan betapa seringnya saya bolos kuliah?) sampai salah satu teman saya mengajak saya liburan ke Dataran Tinggi Dieng yang dimana saya harus mengorbankan jatah absen terakhir saya. Saya yang tidak terlalu suka gunung tapi suka jalan-jalan lumayan tertarik dengan kawasan dataran tinggi dieng yang belum dikomersialkan, jujur saja saya kurang suka ke tempat yang sudah dikomersialkan karna pasti akan sangat ramai di hari libur dan alhasil kita sendiri yang rugi padahal kan kita udah susah susah ngorbanin jatah libur, bayar ongkos yang tidak murah dan mempersiapkan segalanya dengan matang. Karena itulah ketika teman saya menyebut dataran tinggi dieng, saya langsung tertarik dengan kawasan tersebut. Yang bikin deg degan adalah di h-2 keberangkatan,  kami belum memiliki tiket kereta menuju semarang sedangkan bila kami menggunakan jasa pesawat terbang biaya nya bisa membengkak 2x lipat. Dan benar saja firasat kami, ketika kami mengecek jadwal, ternyata hampir semua keberangkatn dari jakarta – semarang tawang dan semarang tawang – jakarta sudah penuh, tersisa 1 jadwal kereta ekonomi yang menurut kami harganya tidak manusiawi untuk kelasnya. Tapi karena tekat dan rasa penasaran kami yang sudah tak dapat dibendung, nekatlah kami membeli tiket ekonomi tersebut. Hari keberangkatan pun tiba, persiapan kami hanya apa adanya 2 kaos, 2 sweater dan 1 jaket dan peralatan mandi saja. Sisanya kami serahkan pada takdir. Kereta kami berangkat jam 3 sore, jadi saya berangkat dari rumah jam 12, tapi belum saja sampai di stasiun, seluruh baju, celana dan sepatu saya satu-satunya basah oleh hujan badai yang tiba2 datang tanpa ancang-ancang sedikit pun padahal ketika kereta sampai di stasiun tebet, jakarta dalam keadaan kering kerontang.

Tega!

Fortunately, kami tidak perlu menunggu lama ketika transit di 2 stasiun dan berhasil mencapai stasiun keberangkatan 1 jam lebih cepat! Hai Semarang! here we are!

Here we go! Semarang Tawang!

Here we go! Semarang Tawang!

Train Ticket

Train Ticket

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s